Tanya deh ke diri sendiri : "Dimana-mana orang dah pada pegang hp, ya?". Atau pernah ga, pergi ke suatu tempat, dimana orang-orangnya ga pernah liat yang namanya hp sama sekali? (Mungkin kalau ke pedalaman pasti jawabannya "pernah"). Tapi memang ga bisa dipungkiri, handphone (atau untuk gampangnya, kata "hp" lah yang kita pakai) udah seperti kacang goreng. Setiap orang (dan bener-bener setiap orang) pasti punya hp. Bahkan ada yang punya lebih dari 1 untuk provider yang berbeda, dengan berbagai merk dan model apalagi warna.
Tapi untuk kita sendiri, sebenerya fungsi hp itu itu buat apa sih? Apa yg menjadi patokan seseorang untuk memilih suatu merk dan model hp untuk dipakai? Ada yang alasannya hanya untuk komunikasi (telpon dan sms) saja sudah cukup. Ada yang bilang pokoknya harus bisa transfer data (bluetooth, infrared, gprs). Ada juga yang bilang pokonya harus bisa internetan untuk keperluan "update status". Macam-macam lah.. Lalu, yang mana diantara berbagai macam hp dengan fasilitasnya tersebut termasuk dalam Smartphone atau Pocket PC atau ponsel biasa? Yuk, kita bahas sama-sama.
Pertama-tama smartphone. Sampai saat iini pengertian "sah" smartphone masih belum ada. Belum ada kesepakatan dalam industri ini mengenai apa yang membuat telepon menjadi “pintar”, dan pengertian dari telepon pintar itu pun berubah mengikuti waktu. Menurut David Wood, Wakil Presiden Eksekutif PT Symbian OS,, “Telepon pintar dapat dibedakan dengan telepon genggam biasa dengan dua cara fundamental: bagaimana mereka dibuat dan apa yang mereka bisa lakukan.”(wikipedia)
Kebanyakan alat yang dikategorikan sebagai smartphone menggunakan sistem operasi yang berbeda. Dalam hal fitur, kebanyakan telepon pintar mendukung sepenuhnya fasilitas email dengan fungsi pengatur personal yang lengkap. Untuk tambahan fungsi lainnya biasanya berupa keypad QWERTY, touchscreen, kamera, kalender, stopwatch, kemampuan membaca dokumen(ebook), music/video player, dan browser internet. Namun fitur yang paling sering ditemukan dalam smartphone adalah kemampuannya menyimpan daftar nama sebanyak mungkin, tidak seperti telepon genggam biasa yang mempunyai batasan maksimum penyimpanan daftar nama.
Ada juga pendapat, asalkan di hp tersebut ada organizer seperti : kalender, stopwatch, agenda, catatan, alarm, kalkulator, serta dapat mengatur tampilan layar, dan nada dering, maka hp tersebut sudah dapat disebut smartphone. Meskipun hp tersebut tidak memiliki fasilitas transfer data, music player, atau bahkan sambungan internet. Kelihatan kan "ke-tidak ada batasan-nya"?
Trus, bagaimana kalau Pocket PC?
Pocket PC atau bisa disebut juga PDA (Personal Digital Assistant) adalah komputer yang mampu menyimpan dan mengelola informasi yang berukuran kecil dan memiliki kemampuan pintar. Pocket PC biasanya memiliki perangkat input yang melekat pada layar LCD nya (berupa layar sentuh). Sesuai dengan namanya, Pocket PC juga memiliki beberpa komponen seperti PC (personel computer) biasa. Antara lain : mincroprocessor, memory, power supply (baterai), LCD, dan perangkat input (stylus pen dan keypad). Tentunya dengan ukuran kecil yang sesuai. Seperti halnya PC, Pocket PC juga memiliki sistem operasi (OS), tapi tidak serumit PC dengan penggunaan memori dan instruksi lebih sedikit.
Yang bisa kita lihatdi sini berarti : Pocket PC termasuk smartphone, smartphone termasuk ponsel (karena mampu digunakan untuk berkomunikasi). Adakah jenis ponsel yang tidak termasuk keduanya (smartphone atau Pocket PC)? Ponsel seperti apa? Jawabannya : ada. Kalau Anda ingat tahun 80-an, jamannya hp baru keluar. Ponselnya berbentuk besar, dan kalau ingin berkomunikasi harus memanjangkan antenanya dulu. Kapasitas menyimpan nama juga sangat sedikit. Pernah lihat? Kalau mau lihat, tonton saja film warkop. Hehehe..
So, ingin ponsel seperti apa, sesuaikan saja dengan kebutuhan Anda ya..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar